teknik pengemasan makanan khas daerah

TeknikPengemasan Makanan Khas Daerah. 204 Kelas XI SMA MA SMK MAK Semester 1 Namun kini, karena semakin langka atau sulitnya mendapatkan daun pisang, kemasan lontong kini dikreasikan dengan memakai plastik.Namun, mungkin rasa lontong dengan bungkus atau kemasan plastik tidak seenak bila menggunakan daun pisang. A Makanan khas daerah. Pengertian, jenis, dan teknik. · makanan khas daerah memiliki kandungan gizi dan manfaat yang beragam, sesuai dengan bahan baku, bahan tambahan, dan teknik pengolahan yang digunakan. Bahan utama produk makanan khas daerah adalah bahan nabati atau hewani. Kandungan nutrisi utamanya adalah karbohidrat, protein, Caramemasak atau membuat lontong dengan daun pisang: 1 Pertama-tama buat bahan untuk isi lontong. Kupas kentang dan wortel. Kemudian potong-potong sebesar dadu. Kukus kentang dan wortel tersebut hingga empuk. Prakarya dan Kewirausahaan 205 2 Langkah selanjutnya buat bahan utama pembuatan lontong. Rebus santan hingga mendidih. Makanankhas Kepulauan Sula ini memiliki rasa yang manis, gurih serta tekstur yang sangat legit. Oleh-Oleh khas ini dapat Anda jumpai dengan sangat mudah, dan memiliki daya tahan yang cukup lama. Sehingga cocok menjadi buah tangan untuk keluarga Anda di rumah. 3. A Ide Usaha. Beberapa faktor yang dapat memunculkan ide usaha adalah: Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri, antara lain : 1) Pengetahuan yang dimiliki; 2) Pengalaman yang pernah dilalui; 3) Kemampuan untuk melihat dan menjadikan pengalaman orang lain sebagai pelajaran; 4) Intuisi yang merupakan pemikiran Ajin Partnersuche Für Ledige Zeugen Jehovas. Teknik dan Cara Mengemas Makanan Khas Daerah dan Bahan Kemasan Tradisionil Daun Pisang Bahan kemasan untuk makanan khas daerah pada umumnya disebut oleh bagas dengan ilustrasi 20 gambar Kumpulan Bahan Teknik Pengemasan Makanan Khas Daerah - Bahan Kemasan Untuk Makanan Khas Daerah Pada Umumnya Berbahan Dasar - Dosen MKH Bahan Kemasan Untuk Makanan Khas Daerah Pada Umumnya Menggunakan - Sekilas Bahan Pembungkus Makanan Tradisional yang Ramah Lingkungan Opini Stories LINE TODAY Makanan khas daerah adalah …. a. Makanan yang umumnya berasal dari sayuran b. Makanan yang diolah di suatu daerah c. Makana Bahan Kemasan Untuk Makanan Khas Daerah Pada Umumnya Disebut - Dosen MKH Teknik dan Cara Mengemas Makanan Khas Daerah dan Bahan Kemasan Tradisionil Daun Pisang teknik pengemasan makanan khas daerah Archives - Tehnoblogija Bahan kemasan untuk makanan khas daerah pada umumnya disebut oleh bagas dengan ilustrasi 20 gambar Kumpulan Bahan Bank Soal Pengayaan PDF Bahan Kemasan Untuk Makanan Khas Daerah Pada Umumnya Disebut - Coba Sebutkan Materi Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati Menjadi Makanan Khas Daerah - Pustaka Belajar Kemasan Tradisional Semua Hal yang Kamu Harus Ketahui 5 Peluang Bisnis Makanan Khas Daerah 2020 Yang Patut Dicoba Blog Bahan kemasan untuk makanan khas daerah pada umumnya disebut oleh bagas dengan ilustrasi 20 gambar Kumpulan Bahan 4 Kemasan Makanan yang Sesuai dan Aman Digunakan, Penting untuk Diperhatikan Pengemasan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Bahan dan Teknik Pengemasan Makanan Internasional Materi Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati Menjadi Makanan Khas Daerah - Pustaka Belajar Gudeg, Makanan Tradisional Asal Yogyakarta - Bobo KUMPULAN SOAL Kelas X Semester Genap PDF 10 Makanan Tradisional Khas Indonesia dan Daerah Asalnya - Pasundan Ekspres 31 Makanan Khas Daerah di Indonesia dengan Cita Rasa Otentik - Lifestyle Bahan Kemasan Untuk Makanan Khas Daerah Pada Umumnya Disebut - Sekilas Bahan Kemasan - Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, Syarat, Contoh Sebelum Membuat Kemasan Produk Kenali Jenis Bahannya Jenis Kemasan Makanan yang Umum di Pasaran - Mengenal 10 Jenis Wadah dan Pembungkus Makanan Tradisional Khas Indonesia dari Daun Pisang - Tribun Travel Pengertian Kemasan Fungsi, Tujuan, Manfaat, Jenis & Contoh Bahan kemasan untuk makanan khas daerah pada umumnya disebut oleh bagas dengan ilustrasi 20 gambar Kumpulan Bahan 6 Jajanan tradisional ini dibuat kekinian biar nggak ketinggalan zaman Top PDF Makanan Khas Daerah Nusantara - Lebih Praktis, Kenali 7 Sajian Khas Indonesia yang Dikemas Instan Ini! 20 Makanan Khas Sumatera Barat Paling Enak, Wajib Coba! Kemasan Makanan dari Kertas Banyak yang Tak Layak Pakai - Bisnis Materi Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati Menjadi Makanan Khas Daerah - Pustaka Belajar Makalah Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati Menjadi Makanan Khas Daerah ⋆ DOC PDF ⋆ Download Contoh Makalah Lengkap XII S1 PKWU PENGOLAHAN SEM 5 Quiz - Quizizz 6 Macam Bahan Kemasan Untuk Setiap Kemasan √ 200 Nama Makanan Khas Indonesia Beserta Gambarnya Bagaimana Cara Mendesain Kemasan Produk agar Menarik? Ini 6 Tipsnya 10 Makanan Tradisional Khas Indonesia dan Daerah Asalnya - Pasundan Ekspres Bank Soal Pengolahan 20 Makanan Khas Jawa Tengah beserta Gambarnya 2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 11 Makanan Tradisional Indonesia yang Lezat dan Menggugah Selera, Wajib Dicoba Eval Materi Julyo PDF PDF Bahan Kemasan Untuk Makanan Khas Daerah Pada Umumnya Adalah - Dosen MKH Bahan dan Teknik Pengemasan Makanan Internasional Pengemasan dan Pemasaran Asinan Makanan Khas Daerah √ 40 Makanan Khas Jawa Barat yang Paling Enak dan Murah 5 Makanan Tradisional ini Tersedia Versi Kemasan, Praktis Dibawa Liburan Bahan Kemasan Untuk Makanan Khas Daerah Pada Umumnya Disebut - Sekilas Bahan Materi Wirausaha Pengolahan Modifikasi Pangan Khas Daerah - Pustaka Belajar PENGEMASAN OLAHAN MAKANAN KHAS DAERAH – Ini Dia 10 Pertanyaan Seputar Kemasan Produk yang Sering Ditanyakan UMKM Desain Kemasan Tradisional Dalam Konteks Kekinian bahan kemasan untuk makanan khas daerah umumnya disebut - Mengenal Bahan Kemasan Makanan dan Minuman Kuliner Tradisional dalam Kemasan dan Era Belanja Online Keripik kemasan Lebih Cocok Kemasan Kertas Atau Kemasan Plastik? Teknik Dari Sebuah Pengemasan Makanan Khas Daerah - Your All in One Event Partner Solution 10 Makanan Tradisional Khas Indonesia dan Daerah Asalnya - Pasundan Ekspres Pengertian Makanan Khas Daerah dan Karakteristiknya - 18 Makanan Khas Jambi Penggoyang Lidah - Tokopedia Blog Soal Hot PDF Selain Daun Pisang, 5 Daun Ini Juga Digunakan untuk Bungkus Makanan 7 Macam Kemasan Makanan Khas Daerah yang Terkenal - Cetak Dus Kemasan & Paper Bag di Surabaya Prospek Bisnis Produsen Kemasan Makananan Dan Minuman Di Masa Pandemic 14 Makanan Khas NTT, Sudah Pernah Coba yang Mana? Orami √ 25 Makanan Khas Banjarmasin + Harga & Rekomendasi Resto 18 Makanan Khas Jawa Barat yang Paling Terkenal, Wajib Dicicipi dan Dibawa Pulang - Hot Teknik Dari Sebuah Pengemasan Makanan Khas Daerah - Your All in One Event Partner Solution Penyajian dan Kemasan Olahan Pangan Teknik dan Cara Mengemas Makanan Khas Daerah dan Bahan Kemasan Tradisionil Daun Pisang 18 Kuliner Tradisional Khas Gorontalo Terpopuler - Tokopedia Blog SISTEM PENGOLAHAN MAKANAN KHAS DAERAH YANG - PKWU KELAS XIIPENGOLAHAN SISTEM PENGOLAHAN MAKANAN KHAS DAERAH YANG DIMODIFIKASI MAKANAN Course Hero Lebih Praktis, Kenali 7 Sajian Khas Indonesia yang Dikemas Instan Ini! Wajib Dicoba! Ini 35 Makanan Khas Jakarta yang Paling Dicari Sedunia Daihatsu Indonesia Update Jenis & Harga Plastik Kemasan Makanan Ringan Berbagai Ukuran Daftar Harga & Tarif Bahan Kemasan Modern PENGEMASAN OLAHAN MAKANAN KHAS DAERAH – Makalah Wirausaha Pengolahan Modifikasi Pangan Khas Daerah ⋆ DOC PDF ⋆ Download Contoh Makalah Lengkap Bahan kemasan untuk makanan khas daerah pada umumnya disebut oleh bagas dengan ilustrasi 20 gambar Kumpulan Bahan Bab 4 wirausaha pengolahan modifikasi pangan khas daerah PDF Nilai Estetis Pada Kemasan Makanan Tradisional Yogyakarta 10 Makanan Khas Solo yang Enak Disantap dan Cocok Jadi Oleh-oleh Orami Desain Kemasan Tradisional Dalam Konteks Kekinian 7 Macam Kemasan Makanan Khas Daerah yang Terkenal - Cetak Dus Kemasan & Paper Bag di Surabaya MAKANAN KHAS JAWA TIMUR – Site Title Materi Wirausaha Pengolahan Modifikasi Pangan Khas Daerah - Pustaka Belajar Pembungkus Makanan Tradisional yang Ramah Lingkungan Opini Stories LINE TODAY 5 Makanan Tradisional ini Tersedia Versi Kemasan, Praktis Dibawa Liburan 37 Makanan Khas Jogja Terkenal Paling Top - Update 2021 Trend Terbaru Desain Kemasan Makanan Khas Daerah 27 Makanan Khas Kalimantan yang Patut Dicoba, Dijamin Nikmat! 6 Jajanan tradisional ini dibuat kekinian biar nggak ketinggalan zaman Pengertian dan Fungsi Desain Label Makanan Sebuah Produk Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 1 ini, diharapkan kalian dapat Menjelaskan bahan dan alat pengolahan makanan khas asli daerah. Menganalisis macam-macam makanan khas asli daerah dari bahan pangan nabati dan hewani. B. Uraian Materi 1. Bahan dan Alat Pengolahan Makanan Khas Asli Daerah a. Bahan Pengolahan Makanan Khas Asli Daerah Makanan khas asli daerah terbuat dari bahan pangan nabati dan hewani. Untuk mengetahui pengertian serta manfaat dari bahan pangan nabati dan hewani, dapat kalian perhatikan uraian berikut ini! 1 Bahan Pangan Nabati Bahan pangan nabati adalah bahan pangan yang bersumber dari tumbuhan, seperti buah-buahan, sayur-mayur, kacangkacangan, dan umbi-umbian. Buah-buahan dan sayur-mayur Buah-buahan dan sayur-mayur merupakan sumber vitamin dan mineral, serat makanan, dan sejumlah zat non-nutrisi bermanfaat lainnya seperti sterol, flavonoid, dan sterol. Kacang-kacangan Kacang-kacangan serta biji-bijian mengandung banyak serat yang dapat membantu melancarkan serta membersihkan saluran pencernaan. Kacangkacangan dan biji-bijian juga memiliki kadar protein tinggi yang mampu memberikan cukup energi untuk beraktivitas. Kacang-kacangan dan biji-bijian memiliki kandungan fosfor yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian juga mengandung vitamin B dan E yang baik untuk kulit dan mencegah penuaan dini. Umbi-umbian Kandungan utama umbi-umbian pada umumnya adalah karbohidrat. Karbohidrat merupakan salah satu zat yang diperlukan sebagai sumber energi bagi tubuh. 2 Bahan Pangan Hewani Bahan pangan hewani adalah bahan pangan yang berasal dari hewan. Jenis bahan pangan hewani di antaranya adalah, ikan, daging telur, dan susu. Telur Telur mempunyai kandungan gizi tinggi seperti air, protein, karbohidrat, mineral, lemak, dan vitamin. Namun, terkadang telur mengandung bakteri Salmonella yang berasal dari kotoran ayam. Oleh karenanya, telur harusdimasak dengan penanganan tepat agar bakteri dapat mati. Ikan Ikan terbagi atas beberapa jenis, yaitu ikan air laut, ikan air tawar, dan ikan air payau. Ikan mempunyai kandungan gizi diantaranya protein. Kandungan protein pada ikan lebih tinggi dari serealia. Kandungan protein ikan sangat mudah dicerna sehingga baik bagi balita. Ikan juga mengandung asam lemak tak jenuh yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Ikan juga mengandung vitamin dan mineral. Daging Terdapat beberapa jenis daging, di antaranya daging sapi, daging kambing, daging kerbau, dll. Setiap jenis daging mempunyai karakteristik yang berbeda. Pada umumnya daging mengandung protein, lemak sera mineral dan vitamin. Susu Susu merupakan pangan dengan nilai gizi tinggi, yaitu memiliki kandungan air, lemak, protein, karbohidrat, vitamin, asam folat, dan mineral 3 Perbedaan Karakteristik Bahan Pangan Nabati dan Hewani Bahan pangan nabati dan hewani mempunyai karakteristik yang berbeda. Perbedaan karakteristik antara bahan pangan nabati dan hewani dapat kalian lihat pada tabel di bawah ini. Karakteristik Bahan Pangan Nabati dan Hewani 1. Karakteristik Bahan Pangan Nabati Umumnya memiliki daya awet yang tinggi Cenderung tahan terhadap tekanan dan tidak gampang rusak Meski sifat bahan spesifik, namun masih dapat dicari sifat umumnyaSelain sumber protein dan lemak, bahan nabati banyak yang juga berperan sbeagai sumber karbohidrat, mineral, dan vitamin 2. Karakteristik Bahan Pangan Hewani Umumnya mudah rusak daya awetnya rendah Umumnya bersifat lunak, tidak tahan tekanan, dan hantaman Sifat setiap bahan sangat spesifik dan sangat sulit digeneralisasi Umumnya merupakan sumber protein dan lemak b. Alat Pengolahan Makanan Khas Asli Daerah Pada jaman dahulu, masyarakat Indonesia melakukan pengolahan makanan khas daerah dengan menggunakan peralatan dapur tradisional. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan jaman, peralatan dapur tradisional mulai tergeser dengan peralatan dapur modern. Meskipun demikian masih ada beberapa masyarakat kita yang mengolah makanan khas daerah dengan menggunakan peralatan dapur tradisional. Tahukan kalian, apa saja yang termasuk peralatan dapur tradisional? Untuk memahaminya, silakan kalian perhatikan jenis – jenis peralatan dapur tradisional untuk mengolah makanan khas daerah berikut. Jenis dan Karakteristik Alat Pengolahan Makanan Khas Asli Daerah Tungku Tungku merupakan bagian yang paling utama pada dapur tradisional. Ada beberapa penyebutan lokal untuk tungku, di antaranya orang Jawa menyebutnya pawon. Tungku dibuat dari batu cadas, tanah liat, atau dari batu bata. Bahan bakar untuk memasak menggunakan tungku adalah kayu. Dandang Dandang merupakan alat tradisional yang sebagian besar digunakan untuk menanak nasi, singkong, ketela rambat, serta umbi-umbian yang lain. Dandang terbuat dari tembaga warnanya kuning keemasan. Untuk menanak nasi atau umbi-umbian yang lain perlu alat pelengkap lainnya yang dinamakan kukusan. Kukusan berbentuk kerucut, terbuat dari bambu Belanga Belanga merupakan peralatan dapur tradisional yang bahan bakunya berasal dari tanah liat. Bentuknya bundar dengan mulut besar , kadang didesain dengan dua kuping sebagai pegangan. Di Jawa, belanga lebih umum disebut dengan kuali, sedangkan di Aceh disebut dengan belangong. Kendi Kendi adalah tempat atau wadah air minum yang terbuat dari tanah liat. Di beberapa daerah di Indonesia mempunyai penyebutan yang berbeda-beda Parutan Parutan kelapa berbentuk persegi panjang, biasanya terbuat dari papan melinjo karena kayu melinjo mengandung minyak yang jika bercampur dengan kelapa rasanya menjadi lebih enak. Cobek dan ulekan Cobek biasanya terbuat dari batu ataupun tanah liat. Adapun ulekan ada yang terbuat dari batu atau kayu. Penyebutan masyarakat dari berbagai daerah berbeda-beda untuk cobek. Alat ini berfungsi untuk menghaluskan bumbu atau membuat sambal wajan Wajan merupakan salah satu peralatan dapur yang digunakan untuk menggoreng, memasak sayur, menyangrai kacangkacangan atau menumis makanan. Pada jaman dahulu wajan menggunakan bahan dari tanah liat ataupun besi. Seiring dengan perkembangan jaman, penggunaan peralatan untuk mengolah makanan tradisional semakin ditinggalkan oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang telah beralih menggunakan peralatan yang lebih modern. Mereka beranggapan bahwa peralatan modern lebih praktis, awet, bersih, dan sebagainya. Padahal apabila ditelusur lebih jauh,banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan peralatan dapur tradisional ini. Beberapa manfaat yang dapat diambil dari penggunaan peralatan dapur tradisional yaitu Memiliki cita rasa yang khas Lebih aman bagi pengguna dan lebih ramah lingkungan Lebih ekonomis Melestarikan tradisi nenek moyang c. Macam- Macam Makanan Khas Asli Daerah dari Bahan Pangan Nabati dan Hewani Makanan khas daerah adalah makanan yang biasa dikonsumsi di suatu daerah. Karakter masakan di suatu daerah biasanya mencerminkan karakter masyarakatnya. Daerah pegunungan biasanya menghasilkan masakan dari sayur mayur karena iklim pegunungan yang dingin, umumnya masakannya serba panas dan pedas untuk menghangatkan badan. Penduduk di daerah pesisir sering kontak dengan orang asing atau daerah lain sehingga melahirkan banyak masakan campuran yang ikut memperkaya produk makanan khas daerah. Berikut ini dapat kalian pelajari karakteristik makanan khas dari beberapa daerah di Indonesia. 1 Makanan Khas dari Jawa Barat Banyak menggunakan sayur mayur mentah seperti karedok atau sekedar lalap mentah yang disantap beserta sambal Sedikit pedas dan asam Dominan masakan yang terbuat dari ikan Contoh makanan khas Jawa barat adalah karedok, pepes, dan asinan. 2 Makanan Khas dari Jawa Tengah Bawang putih sering jadi bumbu dominan Banyak ditemukan masakan bersantan Rasa manis lebih disukai daripada rasa lainnya Contoh makanan khas daerah dari Jawa Tengah adalah gudeg dan lumpia 3 Makanan Khas dari Jawa Timur Banyak menggunakan terasi dan petis sebagai pemberi rasa pada masakan Agak pedas Masakan banyak dimatangkan dengan cara direbus, digoreng, dibakar Contoh makanan has dari Jawa Timur adalah rujak cingur. 4 Makanan Khas Dari Sumatera Menggunakan banyak bumbu terutama makanan khas Sumatra Barat Makanannnya menggunakan banyak cabai hingga rasanya relatif pedas Makanan dari Sumatra Selatancenderung asam rasanya Waktu pengolahan makanan relatif lama Makanan dari Sumatra Barat banyak yang menggunakan santan yang kental Makanan dari sayur-sayur tidak banyak jumlahnya, sayur yang sering digunakan antara lain daun singkong, kacang panjang, buncis, dan nangka muda. Contoh makanan khas Sumatra adalah mie Aceh, rendang, pempek. 5 Makanan Khas dari Sulawesi Banyak menggunakan ikan sebagai bahan makanan dengan rasa asam pedas Contoh makanan khas Sulawesi adalah bubur jagung, coto makassar, dan panada Untuk mengetahui lebih rinci tentang contoh-contoh makanan khas asli daerah dari bahan pangan nabati dan hewani dapat kalian perhatikan uraian berikut ini. Tabel Contoh Makanan Khas Daerah dari Bahan Pangan Nabati dan Hewani C. Rangkuman Makanan khas daerah adalah makanan yang biasa dikonsumsi di suatu daerah. Karakter masakan di suatu daerah biasanya mencerminkan karakter masyarakatnya. Bahan untuk pengolahan makanan khas daerah adalah bahan pangan nabati dan hewani. Bahan nabati berasal dari tumbuhan, sedangkan bahan hewani berasal dari hewan. Peralatan untuk mengolah makanan khas daerah pada zaman dahulu menggunakan peralatan tradisional seperti tungku, belanga, wajan tanah liat, cobek dll. Penggunaan peralatan tradisional untuk mengolah makanan khas daerah dapat memberikan cita rasa tersendiri pada makanan. Seiring perkembangan jaman, banyak masyarakat yang beralih menggunakan peralatan modern untuk mengolah makanan khas asli daerah. Makanan khas daerah di Indonesia sangat banyak jumlahnya dan beragam jenisnya. Beberapa contoh makanan khas asli daerah adalah rendang dari padang, pempek dari Palembang, gudeg dari Jogja, lumpia semarang, asinan dari Bogor, konro dari Makassar, papeda dari Papua. D. Penugasan Mandiri Lakukan pengamatan/observasi dan wawancara di sekitar kalian tinggal. Carilah informasi terkait makanan khas daerah di sekitar kalian tinggal, kemudian isikan pada tabel berikut ini! E. Latihan Soal Kerjakan soal berikut ini! Untuk membuat makanan khas daerah menggunakan bahan pangan nabati dan hewani, jelaskan perbedaan karakteristik bahan pangan nabati dan hewani! Mengapa karakteristik makanan khas daerah berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya? Jelaskan bagaimana karakteristik makanan khas Jawa Timur! Jelaskan kelebihan mengolah makanan khas daerah dengan menggunakan peralatan dapur tradisional! Jelaskan ciri khas makanan khas daerah berikut ini! a. Papeda b. Pengkang Pembahasan Latihan Soal 1. Perbedaan karakteristik bahan pangan nabati dan hewani Karakteristik Bahan Pangan Nabati dan Hewani 1. Karakteristik Bahan Pangan Nabati Umumnya memiliki daya awet yang tinggi Cenderung tahan terhadap tekanan dan tidak gampang rusak Meski sifat bahan spesifik, namun masih dapat dicari sifat umumnyaSelain sumber protein dan lemak, bahan nabati banyak yang juga berperan sbeagai sumber karbohidrat, mineral, dan vitamin 2. Karakteristik Bahan Pangan Hewani Umumnya mudah rusak daya awetnya rendah Umumnya bersifat lunak, tidak tahan tekanan, dan hantaman Sifat setiap bahan sangat spesifik dan sangat sulit digeneralisasi Umumnya merupakan sumber protein dan lemak 2. Karakteristik makanan khas asli daerah berbeda-beda, di antaranya dipengaruhi oleh kondisi geografis suatu daerah, kondisi geografis yang berbeda biasanya menghasillkan hasil bumi yang berbeda pula, sebagai contoh daerah pegunungan biasanya menghasilkan masakan dari sayur mayur, sehingga bahan makanan banyak terbuat dari sayur mayur, selain itu iklim pegunungan yang dingin menyebabkan karakter masakannya serba panas dan pedas untuk menghangatkan badan. Penduduk di daerah pesisir sering kontak dengan orang asing atau daerah lain sehingga melahirkan banyak masakan campuran yang ikut memperkaya produk makanan khas daerah. 3. Ciri khas makanan khas dari Jawa Timur a. Banyak menggunakan terasi dan petis sebagai pemberi rasa pada masakan b. Agak pedas c. Masakan banyak dimatangkan dengan cara direbus, digoreng, dibakar d. Contoh makanan has dari Jawa Timur adalah rujak cingur. 4. Beberapa manfaat yang dapat diambil dari penggunaan peralatan dapur tradisionalyaitu a. Memiliki cita rasa yang khas b. Lebih aman bagi pengguna dan lebih ramah lingkungan c. lebih ekonomis d. Melestarikan tradisi nenek moyang 5. Ciri khas beberapa makanan khas asli daerah a. Papeda seperti bubur yang lengket . Rasa papeda tawar, sehingga sering dihidangkan bersama ikan kuah kuning atau ikan goreng b. Pengkang merupakan sejenis lemper yang terbuat dari ketan yang berisi udang ebi. Pengkang dibungkus daun pisang berbentuk segitiga sama kaki yang dijepit dengan bambu c. Cecorot kue khas adat suku sasak, yang biasanya dibungkus daun kelapa muda yang dililit seperti terompet F. Penilaian Diri Jika ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". Jika semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke modul berikutnya. Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan kalian dapat Menganalisis berbagai teknik pengolahan makanan khas asli daerah dari bahan pangan nabati dan hewani. Menjelaskan pengemasan makanan khas asli daerah dari bahan pangan nabati dan hewani. Menjelaskan pengawetan makanan khas asli daerah dari bahan pangan nabati dan hewani. B. Uraian Materi 1. Teknik Pengolahan Makanan Khas Asli Daerah Tahukah kalian jika manusia mulai mengolah makanan setelah mengenal dan menemukan kegunaan api? Merebus dan membakar makanan merupakan teknik-teknik pengolahan yang pertama kali dikenal. Kemajuan di bidang industri pembuatan alat mengolah makanan mengembangkan teknik-teknik mengolah makanan. Dengan menguasai teknik mengolah makanan, kita dapat menciptakan bermacam-macam makanan yang lezat. Ada 3 teknik dalam pengolahan makanan khas daerah, yaitu a. Teknik Memasak basah 1 Merebus Merebus adalah memasak bahan makanan di dalam cairan mendidih sehingga gelembung udara pecah di permukaan cairan. Banyak sedikitnya air serta lamanya merebus tergantung pada bahan yang direbus. Teknik merebus dibagi menjadi 2, yaitu 1 simmering merebus bahan makanan sampai titik didih, kemudian api dikecilkan, teknik ini di Indonesia di kenal dengan menyemur; 2 poachingmerebus bahan makanan di dalam air yang sedikit dengan api kecil, temperature kurang dari 100 derajad, teknik ini di antaranya digunakan untuk merebus ikan dan buah-buahan. 2 Menyetup stewing Menyetup ialah memasak bahan makanan di dalam cairan air, kaldu, atau saus dalam jumlah yang hampir sama dengan bahan yang dimasak. Contoh makanan khas asli daerah yang dimasak dengan teknik ini adalah opor ayam dan gulai kambing. Menyetup juga dapat dilakukan pada buahbuahan, dengan menggunakan air gula dan kadang diberi aroma dari cengkeh atau kayu manis, contohnya setup pisang. 3 Braising Metode memasak bahan makanan dengan sedikit air kaldu. Braising cocok untuk memasak bahan makanan yang agak keras dan diiris tipis-tipis untuk melembutkan serat-seratnya. Bahan makanan yang dimasak dengan cara braising antara lain daging sapi, ayam, dan itik. 4 Mengukus steaming Mengukus atau steaming ialah memasak bahan makanan dengan uap air mendidih. Alat yang digunakan ialah dandang dengan kukusan, langseng dan soblungan atau klakat Contoh makanan khas asli daerah yang dimasak dengan dikukus putu ayu, nogosari, borongko, bacan. 5 Mentim Memasak bahan makanan dengan menggunakan panci tim, atau 2 panci , yang satu lebih kecil sehingga dapat dimasukkan ke dalam panci yang lain. 6 Memblansir blanching Merebus sebentar bahan makanan dalam air mendidih dengan maksud untuk mengurangi rasa dan bau, misal rebung, isi perut sapi babat, iso, dan tulang untuk kaldu. b. Teknik Memasak kering 1 Memanggang Memanggang ialah memasak bahan makanan di atas api terbuka. Api tersebut diletakkan di bawah bahan makanan yang dimasak, sehingga menimbulkan aroma yang sedap. Api tidak boleh terlalu besar agar bahan makanan tidak hangus. Bahan makanan yang dipanggang biasanya dalam bentuk kecil. Contoh makanan khas daerah yang dimasak dengan dipanggang ayam panggang, otak-otak, pempek panggang, 2 Mengepan atau mengoven Mengepan atau mengoven baking ialah memasak bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala jurusan. Mengepan lebih tepat untuk memasak adonan roti dan kue. Contoh masakan ini adalah macam macam roti dan macam macam kue. Contoh bakpia, maksuba. 3 Menggongseng atau menyangan Menggongseng atau menyangan ialah memasak bahan makanan tanpa minyak. Selain membuat masak bahan makanan, juga membuat aroma yang sedap. Alat yang digunakan adalah wajan berdasarkan tebal atau kuali dari tanah liat. Seringkali digunakan pasir sebagai pengganti minyak agar panasnya rata. Bahan makanan yang disangrai misalnya kacang tanah, wijen untuk pembuatan mochi atau onde-onde. c. Teknik Memasak dengan Minyak 1 Menumis Menumis sautéing, shallow frying ialah memasak bahan makanan dengan minyak atau lemak sedikit sambil diaduk. Bumbu yang ditumis akan mengeluarkan aroma yang sedap, sayuran terasa lebih gurih dan lebih enak. Bahan makanan yang ditumis adalah bahan makanan dengan tekstur lembut. Contoh masakan ini adalah tumis kangkung. 2 Menggoreng Menggoreng frying ialah memasak bahan makanan di dalam minyak. Ada 2 macam menggoreng, yaitu menggoreng di dalam minyak sedikit panfrying dan menggoreng di dalam minyak banyak deep frying. Sebagai contoh menggoreng di dalam minyak sedikit adalah menggoreng ayam, ikan,tahu, tempe. Selain metode memasak yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa istilah yang dipergunakan dalam pengolahan makanan, yaitu Memfilir fileting, ialah menghilangkan tulang atau duri pada daging ayam atau ikan. Melandir larding, ialah menjahitkan pita-pita lemak pada permukaan daging yang tidak berlemak sebelum daging tersebut dipanggang agar tidak kering Membardir barding, ialah membungkus daging atau unggas yang tidak berlemak dengan lapisan lemak yang tipis sebelum dimasak agar tidak menjadi kering Menggelasir glazing, memberi lapisan mengkilap pada makanan. Kue digelasir dengan campuran gula halus dengan putih telur atau agar-agar. Ikan, ayam, daging digelasir dengan gelatin atau agar-agar. Mengentalkan Thickening, ialah menambah bahan pengental pada masakan yang cair sehingga menjadi masakan yang kental. Bahan pengental yang dikental yang digunakan contohnya adalah macam-macam tepung, macammacam zat pati, agar-agar,telur, dan gelatin Menjernihkan, biasanya menggunakan bahan penjernih, contoh putih telur. Contoh cara menjernihkan dengan putih telur ialah putih telur dikocok sebentar kemudian dituangkan ke dalam cairan yang akan dijernihkan sambil dipanaskan dan diaduk sebentar, kotoran akan terikat pada putih telur yang membeku dan akan terapung kemudian disaring dengan kain yang halus. Mengocok. Contoh bahan makanan yang perlu dikocok untuk pengolahan makanan khas daerah adalah telur. Kocokan telur digunakan sebagai bahan untuk pembuatan aneka kue khas daerah seperti maksuba, bika ambon, dan lapis legit. Memarinir marinating, ialah merendam bahan makanan di dalam cairan berbumbu agar bahan makanan tersebut lebih enak dan tidak segera basi. Mengisi stuffing, ialah mengisi bahan makanan dengan daging, ayam, atau ikan yang dicincang. Memanir coating, ialah memberi lapisan kulit pada makanan dengan menggunakan telur dan tepung panir, kemudian digoreng. Setelah membaca uraian di atas, banyak sekali bukan teknik-teknik pengolahan makanan? Tertarikkah kalian untuk mencoba mengolah makanan khas asli daerah dengan menggunakan teknik-teknik tersebut di atas? Berikut ini disajikan contoh pengolahan rendang. Perhatikan cara pengolahannya! Alat yang digunakan Pisau, untuk memotong daging sapi Talenan, sebagai dasar untuk memotong daging sapi Parutan, untuk memarut kelapa Ulekan, untuk menghaluskan bumbu-bumbu Kompor atau tungku, untuk perapian Penggorengan atau wajan, sebagai wadah untuk memasak Gelas ukur, untuk mengukur volume santan Bahan utama 1,5 kg daging sapi 2 liter santan kelapa tua Bumbu dan rempah 2 batang daun serai 4 lembar daun jeruk purut 2 cm asam kandis 2 lembar daun kunyit Bumbu yang dihaluskan 5 butir Kemiri 6 siung bawang putih 100 gram cabai merah besar butir bawang merah 100 gram cabai merah keriting 2cm jahe bakar 2 cm lengkuas 3 cm kunyit bakar ½ sendok teh ketumbar 2 sendok teh garam ½ sendok teh pala 1 sendok teh jintan, sangrai Penyedap rasa secukupnya Cara Pembuatan Potong daging dan cuci bersih Tumis bumbu yang dihaluskan saat minyak sudah panas, kemudian masukkan bumbu- bumbu yang tidak dihaluskan serta garam. Ketika bumbu sudah mulai wangi masukkan santan sambil diaduk kemudian masukkan daging. Masak hingga empuk dan bumbu agak pekat. Mudah sekali bukan cara pembuatan rendang. Sebagaimana kalian ketahui, rendang merupakan salah satu makanan kh as Indonesia yang telah mendunia. Apakah kalian tertarik untuk membuat usaha pengolahan rendang? Dalam pengolahan makanan, termasuk pengolahan makanan khas asli daerah perlu diperhatikan prinsip K3 Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pelaksanaan prinsip K3 merupakan salah satu bentuk untuk menciptakan tempat kerja atau tempat pengolahan makanan yang aman, nyaman, sehat, sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja dan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam menjaga keamanan kerja di dapur Peralatan listrik harus dalam kondisi baik, letaknya tidak dekat dengan air, penerangan ruangan cukup, dan lantai tidak licin. Upayakan semua pisau tajam. Pisau yang tajam lebih aman dan tidak membuthkan tenaga untuk menekan dan menghindari meleset pada waktu memotong. Pakailah pisau hanya untuk memotong, tidak untuk membuka kaleng atau yang lainnya. Cucilah pisau dengan hati-hati setelah selesai digunakan. Jangan meletakkan pisau cucian di dalam air karea tidak kelihatan. Letakkan pisau di tempat aman selama tidak dipakai. Pakailah talenan pada saat memotong, jangan menggunakan lapisan meja metal. Pakailah serbet sebagai alas talenan supaya tidak licin. Setelah selesai menggunakan semua peralatan memasak, cuci, bersihkan, dan kembalikan ke tempat semula dengan rapi. 2. Pengemasan Makanan Khas Asli Daerah Pengemasan merupakan salah satu tahapan yang memegang peranan penting dalam usaha pengolahan makanan. Makanan khas daerah pada masa lampau biasanya dikemas dengan menggunakan kemasan tradisional seperti kendil dari tanah liat, daun pisang, anyaman daun kelapa, dan kelobot jagung. Seiring perkembangan jaman dan teknologi, kemasan makanan pun berkembang terus menerus. Saat ini, makanan khas daerah banyak dikemas menggunakan kertas, plastik, gelas/kaca, alumunium foil, dan ada pula yang dikemas dengan mengkombinasikan dengan kemasan tradisional. Ragam kemasan makananan khas daerah yang sering dijumpai di antaranya adalah menggunakan daun pisang, daun kelapa, dan daun jati. Untuk mengetahui beberapa kemasan makanan khas daerah dari aneka daun, dapat kalian perhatikan tabel berikut ini! Tabel Makanan Khas Asli Daerah yang Dibungkus Daun Pengemasan dilakukan untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditrasportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Adanya wadah atau kemasan dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya, melindungi dari bahaya pencemaran dan gangguan fisik gesekan, benturan, getaran. Dari segi promosi, kemasan berfungsi sebagai perangsang atau daya tarik pembeli, oleh karena itu bentuk, warna, dekorasi, dari kemasan perlu diperhatikan dengan baik. Untuk mengetahui kriteria tertentu yang harus diperhatikan dalam pemilihan kemasan, dapat kalian perhatikan uraian berikut ini! Bahan kemasan/wadah penyajian mampu melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar Bahan kemasan tidak berbau. Bahan kemasan/wadah penyajian memiliki daya tarik terhadap konsumen. Bahan kemasan/wadah penyajian mudah didapat. Dalam wadah/kemasan disertakan label yang memuat nama produk, tanggal, nama produsen, berat bersih, komposisi, merek dagang, tanggal kadaluarsa, efek samping. 3. Pengawetan Makanan Khas Asli Daerah Tidak semua makanan khas asli daerah dapat bertahan lama sehingga harus diawetkan. Tujuan utama dari pengawetan makanan khas asli daerah adalah untuk memperpanjang masa simpan makanan. Berikut ini adalah beberapa teknik pengawetan makanan khas asli daerah. a. Teknik pendinginan Salah satu proses usaha untuk mengawetkan adalah dengan menyimpan bahan makanan di dalam lemari pendingin yaitu kulkas atau freezer pembeku. Lemari pendingin memiliki suhu yang rendah. Cara pengawetan pangan dengan suhu rendah ada 2 macam yaitu pendinginan cooling dan pembekuan freezing. Buah-buahan dan sayur-sayuran juga memerlukan suhu penyimpanan tertentu. Suhu di mana produk mempunyai keawetan yang paling lama disebut suhu optimum. Jika penyimpanan dilakukan di bawah suhu optimum, atau di tempat yang terlalu dingin, buah-buahan dan sayur-sayuran akan mengalami kerusakan yang sering disebut chilling injury. Apabila penyimpanan buah dan sayuran dilakukan di atas suhu optimum, atau pada suhu yang terlalu hangat, juga tidak akan menghasilkan keawetan. b. Pengawetan dengan suhu tinggi Pengawetan dengan panas sebenarnya sudah lama digunakan, sejak manusia dikenalkan dengan istilah memasak. Pemanasan yang baik adalah secukupnya agar nilai gizi yang hilang tidak terlalu banyak. c. Pengawetan dengan pengeringan Pengeringan adalah suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan menggunakan energi panas. Biasanya kandungan air bahan tersebut dikurangi sampai suatu batas agar mikroba tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya. Keuntungan produk hasil pengeringan adalah awet, lebih ringan, volume lebih kecil sehingga memudahkan penyimpanan dan transportasi, serta menimbulkan cita rasa khas. Selain itu, banyak bahan yang hanya dapat digunakan apabila telah dikeringkan, misalnya kopi, teh, dan biji-bijian. d. Pengawetan dengan bahan kimia 1 Pengawetan dengan pemberian asam Asam dapat menurunkan pH makanan sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk. Asam dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu 1 asam alami yang pada umumnya adalah asam organik misalnya asam tartrat dan asam dari buah-buahan, misalnya asam sitrat seperti yang terdapat pada jeruk nipis dan belimbing wuluh; 2 asam yang dihasilkan melalui proses fermentasi, misalnya asam laktat dan asam asetat; dan 3 asam-asam sintetik, misalnya asam malat, asam fosfat, dan asam adipat. Cuka adalah asam sintetik yang dapat kita temui sehari-hari. 2 Pengawetan dengan gula dan garam Pengawetan pangan dengan pemberian gula sudah umum dilakukan, misalnya pengawetan buah-buahan dalam sirop dalam bentuk manisan. Demikian juga, pengawetan pangan dengan pemberian garam umum dilakukan adalah pengasinan ikan. Gula dan garam merupakan bahan yang efektif untuk pengawetan pangan karena sifatnya yang dapat menarik air dari dalam sel mikroba sehingga sel menjadi kering karena proses yang disebut osmosis. 3 Pengawetan dengan benzoat Benzoat dan turunan-turunannya dapat menghancurkan sel-sel mikroba terutama kapang. Asam benzoat, natrium benzoat, asam parahidrobenzoat dan turunannya merupakan kristal putih yang dapat ditambahkan secara langsung ke dalam makanan atau dilarutkan terlebih dahulu di dalam air atau pelarut-pelarut lainnya. Asam benzoat kurang kelarutannya di dalam air. Oleh karena itu, asam benzoat lebih sering digunakan dalam bentuk garamnya, yaitu natrium benzoat. Benzoat lebih efektif digunakan dalam makananmakanan yang asam sehingga banyak digunakan sebagai pengawet di dalam sari buah, jeli, sirop, dan makanan lainnya yang mempunyai pH rendah. Adapun paraamino benzoat biasa digunakan untuk pangan dengan pH tinggi. 4 Pemberian asam sorbat Asam sorbat dapat mencegah pertumbuhan kapang dan bakteri dengan cara menginaktifkan enzim dehidrogenase yang diperlukan oleh mikroba tersebut untuk metabolisme karbohidrat dan asamasam lemak. Asam sorbat, kalium sorbat atau natrium sorbat biasanya sering digunakan di dalam makanan untuk mencegah pertumbuhan kapang. C. RANGKUMAN Ada tiga teknik pengolahan untuk membuat makanan, yaitu teknik memasak basah, teknik memasak kering, dan teknik memasak menggunakan minyak. Setiap jenis makanan khas asli daerah mempunyai teknik pengolahan yang berbeda-beda. Satu jenis bahan pangan nabati atau hewani, dapat diolah menjadi makanan khas asli daerah dengan menggunakan berbagai teknik yang berbeda. Pengemasan merupakan salah satu tahapan yang memegang peranan penting dalam usaha pengolahan makanan. Makanan khas daerah pada masa lampau biasanya dikemas dengan menggunakan kemasan tradisional. Seiring dengan perkembangan, kemasan makanan khas daerah juga semakin berkembang. Tidak semua makanan khas daerah dapat bertahan lama sehingga harus diawetkan. Prinsip pengawetan pada dasarnya di antaranya adalah pendinginan, pengeringan, pemanasan dengan suhu tinggi, dan pengawetan dengan bahan kimia. D. Penugasan Mandiri Lakukan pengamatan/observasi dan wawancara di lingkungan sekitar kalian tinggal. Carilah informasi tentang makanan khas daerah di lingkungan kalian tinggal. Kerjakan tugas kalian dengan mengisikan data hasil pengamatan dan wawancara pada tabel berikut ini! E. Latihan Soal Kerjakan soal di bawah ini! Jelaskan teknik pengolahan kering pada pengolahan makanan khas asli daerah, sebutkan pula contoh makanan khas daerah yang diolah dengan teknik tersebut! Jelaskan bagaimana kriteria pengemasan makanan yang baik! Sebutkan beberapa contoh makanan khas daerah yang dikemas atau dibungkus dengan pengemas yang bersifat ramah lingkungan! Jelaskan beberapa keuntungan yang didapatkan dari metode pengeringan untuk pengawetan makanan. Jelaskan prinsip pengawetan makanan dengan penambahan gula. Sebutkan pula makanan khas daerah yang diawetkan dengan penambahan gula. Pembahasan Soal Latihan 1. Teknik pengolahan makanan dengan metode kering a. Memanggang Memanggang ialah memasak bahan makanan di atas api terbuka. Api tersebut diletakkan dibawah bahan makanan yang dimasak, sehingga menimbulkan aroma yang sedap. Api tidak boleh terlalu besar agar bahan makanan tidak hangus. Bahan makanan yang dipanggang biasanya dalam bentuk kecil. Contoh otak-otak, ayam panggang. b. Mengepan atau mengoven Mengepan atau mengoven baking ialahmemasak bahan makanan di dalam oven dengan panas dari segala jurusan. Mengepan lebih tepat untuk memasak adonan roti dan kue. Contoh masakan ini adalah macam-macam roti dan macam-macam kue. Contoh bakpia c. Menggongseng atau menyangan Menyangan atau mengoseng ialah memasak bahan makanan tanpa minyak. Selain membuat masak bahan makanan, juga membuat aroma yang sedap. Alat yang digunakan adalah wajan berdasarkan tebal atau kuali dari tanah liat. Seringkali digunakan pasir sebagai pengganti minyak agar panasnya rata. Contoh bahanmakanan yang disangrai misalnya kacang tanah, wijen untuk pembuatan onde-onde atau mochi. 2. Kriteria pengemasan yang baik a. Bahan kemasan/wadah penyajian mampu melindungi isinya dari berbagai risiko dari luar b. Bahan kemasan tidak berbau. c. Bahan kemasan/wadah penyajian memiliki daya tarik terhadap konsumen. d. Bahan kemasan/wadah penyajian mudah didapat. e. Dalam wadah/kemasan disertakan label yang memuat nama produk, tanggal, nama produsen, berat bersih, komposisi, merek dagang, tanggal kadaluarsa, efek samping. 3. Lontong dibungkus dengan daun pisang; bacang dibungkus dengan daun bambu; tapai ketan ada yang dibungkus dengan daun pisang dan daun jambu air; ketupat dibungkus dengan daun kelapa; lepet jagung diungkus dengan kelobot daun tersebut merupakan kemasan yang bersifat ramah lingkungan karena dapat diuraikan oleh mikroorganisme. 4. Keuntungan produk hasil pengeringan adalah awet, lebih ringan, volume lebih kecil sehingga memudahkan penyimpanan dan transportasi, serta menimbulkan citarasa khas. Selain itu, banyak bahan yang hanya dapat digunakan apabila telah dikeringkan, misalnya kopi dan teh. 5. Gula merupakan bahan yang efektif untuk pengawetan pangan karena sifatnya yang dapat menarik air dari dalam sel mikroba sehingga sel menjadi kering sehingga pertumbuhan mikroba dapat ditekan. Contoh makanan khas daerah yang diawetkan dengan teknik penambahan gula adalah manisan. F. Penilaian Diri Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab! Jika ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". Jika semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke modul berikutnya. 204 Kelas XI SMA MA SMK MAK Semester 1 Namun kini, karena semakin langka atau sulitnya mendapatkan daun pisang, kemasan lontong kini dikreasikan dengan memakai mungkin rasa lontong dengan bungkus atau kemasan plastik tidak seenak bila menggunakan daun pisang. Bagi yang mempunyai banyak pohon pisang di kebun, memakai daun pisang sebagai bungkus lontong mungkin menjadi pilihan yang cukup baik. Namun perlu diingat, tidak semuadaun pisang baik digunakan untuk mengemas, dikarenakan sifat isik yang berbeda terutama sifat leksibilitas. Cara penggunaannya dapat secara langsung atau melalui proses pelayuan terlebih dahulu, hal ini untuk lebih melenturkan daun sehingga mudah untuk dilipat dan tidak sobek atau pecah. Seperti halnya pada pengemasan tape ketan, produk ini banyak mengandung air, sehingga dengan permukaan yang licin, rendah menyerap panas, kedap air dan udara, maka cocok untuk digunakan untuk mengemas. Berikut ini resep cara memasak atau membuat lontong dengan daun pisang. a. Bahan-bahan 1 Untuk bahan utama membuat lontong a Beras ½ kg b Daun pisang untuk membungkus, secukpnya c Air untuk merebus, secukupnya d 500 ml Santan 2 Untuk bahan isi dapat diganti sesuai dengan selera d ¼ kg wortel e ¼ kg kentang b. Cara memasak atau membuat lontong dengan daun pisang 1 Pertama-tama buat bahan untuk isi lontong. Kupas kentang dan wortel. Kemudian potong-potong sebesar dadu. Kukus kentang dan wortel tersebut hingga empuk. Prakarya dan Kewirausahaan 205 2 Langkah selanjutnya buat bahan utama pembuatan lontong. Rebus santan hingga mendidih. Masukkan beras yang sudah dicuci bersih. Tambahkan garam. Aduk-aduk terus sampai santan dalam panci kering. 3 Siapkan daun pisang yang tidak terlalu tua untuk membungkus. Buang bagian sisi daun pisang. Bersihkan daun pisang dengan lap kering. Lalu potong-potong sesuai selera ukuran lontong, kurang lebih 30x20 cm. 4 Langkah selanjutnya, ambil selembar daun pisang. Letakkan satu sendok adonan lontong di atas daun tersebut. Pipihkan aronan beras di atas daun dengan menggunakan sendok. Masukkan bahan isi. Kemudian tutup dengan adonan beras. 5 Rapihkan adonan beras yang telah diisi hingga berbentuk silinder. Gulung daun sampai habis. 206 Kelas XI SMA MA SMK MAK Semester 1 6 Kemudian tutup salah satu ujung gulungan daun pisang tersebut dengan melipat kedua sisinya. Buatlah dalam jumlah banyak. 7 Langkah selanjutnya adalah memasak lontong tersebut dengan cara mengukus. Masukkan air ke dalam panci. Susun bakal lontong tersebut di dalam panci. Kemudian kukus lontong selama kira-kira 2 jam. 8 Jika lontong telah matang, angkat lontong dan tiriskan airnya hingga hilang atau menetes agar lontong padat, kenyal dan tidak mudah basi. Prakarya dan Kewirausahaan 207 1. Pengertian Titik Impas Break Even Point Break Even Point BEP dapat diartikan sebagai suatu titik atau keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. Dengan kata lain, pada keadaan itu keuntungan atau kerugian sama dengan nol. Hal tersebut dapat terjadi bila perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap, dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel. Apabila penjualan hanya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka perusahaan menderita kerugian. Dan sebaliknya akan memperoleh memperoleh keuntungan, bila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus di keluarkan. BEP amatlah penting kalau kita membuat usaha agar kita tidak mengalami kerugian, diantara manfaat BEP adalah a. Alat perencanaan untuk hasilkan laba b. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan. c. Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan d. Mengganti sistem laporan yang tebal dengan graik yang mudah dibaca dan dimengerti 2. Strategi Menetapkan Harga Jual Makanan Khas Daerah Menentukan harga jual produk yang paling sesuai dan tepat tidaklah mudah untuk wirausawan yang baru memulai usahanya. Harga jual sangat berkaitan dengan tingkat penjualan dan tingkat keuntungan yang ditetapkan. Jika menetapkan harga terlalu mahal, dikhawarirkan pelanggan akantidak jadi membeli produk. Sedangkan jika menjual produk terlalu murah, makaakanmenghasilkan laba dengan tingkat yang rendah. Menentukan harga jual yang asal-asalan akan meningkatkan resiko kerugian. Oleh karena itu, ketika akan menetapkan harga jual produk perlu melakukan suatu perhitungan yang matang. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan harga jual suatu produk. Hal-hal yang harus diperhatikan di antaranya adalah faktor pelanggan, pesaing, biaya, dan juga kemanfaatan untuk usaha anda sendiri. Faktor-faktor tersebut dijelaskan di bawah ini. a. Pelanggan. Pelanggan merupakan prioritas utama dalam usaha makanan khas daerah, jadi pastikan bahwa harga jual yang ditetapkan akan dapat di terima oleh pelanggan. Pelanggan akan dengan senang hati membeli produk C. Menghitung Titik Impas Break Even Point Usaha Makanan Khas Daerah 208 Kelas XI SMA MA SMK MAK Semester 1 yang ditawarkan jika harga yang diberikan terjangkau dan kualitas barang pun berbanding lurus dengan kualitas barang. b. Pesaing. Pastikan bahwa harga jual produk dapat bersaing dengan harga jual produk pesaing. Perhatikan tingkat keuntungan. Jangan mengambil keuntungan yang terlalu besar karena akan menyebabkan harga jual terlalu mahal. Ada baiknya menurunkan tingkat keuntungan sehingga harga yang ditawarkan dapat bersaing dengan harga yang ditetapkan dengan pesaing. c. Biaya, Pastikan harga jual produkyang di tetapkan dapat menutup biaya- biaya yang telah terjadi. Ini artinya harus benar-benar jeli dan teliti dalam menghitung biaya yang terjadi, pastikan bahwa tidak ada biaya yang tidak dimasukkan dalam perhitungan. Jika saja ada biaya yang tidak terhitung, akan menyebabkan harga yang tidak tepat, sehingga akan berpengaruh terhadap tingkat keuntungan, bahkan akan menyebabkan kerugian. d. Kemanfaatan untuk usaha. Harga jual yang ditetapkan di nilai pantas jika harga dapat memberikan keuntungan yang di harapkan. Seandainya saja keuntungan yang diharapkan dapat tercapai, akan mempermudah dalam mengembangkan usaha yang sudah dirintis. 3. Menghitung BEP Dalam menghitung Break Even Point diperlukan komponen penghitungan dasar seperti berikut ini a. Fixed Cost. Komponen ini merupakan biaya tetap atau konstan ada walaupun tidak ada kegiatan produksi. Contoh biaya ini yaitu biaya tenaga kerja, biaya penyusutan mesin, dll. b. Variabel Cost. Komponen ini merupakan biaya per unit yang sifatnya dinamis tergantung dari tindakan volume produksinya. Jika produksi yang direncanakan meningkat, berarti variabel cost pasti akan meningkat. Contoh biaya ini yaitu biaya bahan baku, biaya listrik, dll. c. Selling Price. Komponen ini adalah harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi. Diasumsikan dalam satu kali proses produksi digunakan 10 kg daging yang akan menghasilkan sekitar 40 bungkus rendang ukuran 14kg. Perhitungan biaya produksi dan keuntungannya adalah sebagai berikut 1 Biaya variabel Jumlah Rp Total Rp Daging 10 kg 100000 1000000 Bumbu 1 paket 25000 100000 Teknik Dari Sebuah Pengemasan Makanan Khas Daerah Teknik Dari Sebuah Pengemasan Makanan Khas Daerah yang pertama yang diketahui adalah menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia pada saat itu diantaranya keranjang dari alang-alang, kantong kulit bola tas, kotak kayu, vas tembikar, keramik amphorae, tong kayu, tas anyaman, dll. Makanan tradisional suatu daerah mungkin berbeda pada daerah lain, misalnya produk fermentasi dari ubi kayu di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal sebagai tape, sementara di Jawa Barat disebut sebagai Peuyeum. Perbedaan sebutan/nama terhadap produk pangan tradisional serupa di berbagai daerah juga diikuti dengan perbedaan penggunaan kemasan untuk produk dimaksud. Ragam kemasan makanan tradisional yang sering dijumpai seperti kemasan dengan menggunakan daun pisang, kelobot jagung pelepah daun jagung, daun kelapa/enau aren, daun jambu air dan daun jati. Cara pengemasannyapun dilakukan dengan berbagai macam cara. Teknik Dari Sebuah Pengemasan Makanan Khas Daerah bertujuan untuk melindungi makanan dari kerusakan, juga merupakan daya pikat bagi orang agar tergiur perkembangannya, manusia mulai memanfaatkan bahan kemasan yang dibentuk secara khusus untuk keperluan mengemas, yaitu dengan dibuatnya bahan kemasan dari kaca, kemudian dari perunggu. Salah satu jenis makanan khas daerah yang dikemas dengan daun pisang adalah lontong. Lontong adalah makanan yang terbuat dari beras yang merupakan inovasi dengan bertujuan untuk menikmati nasi dalam bentuk lain. Pada umumnya lontong merupakan makanan yang dimasak dan Teknik Dari Sebuah Pengemasan Makanan Khas Daerah dengan menggunakan daun pisang. Namun kini, karena semakin langka atau sulitnya mendapatkan daun pisang, kemasan lontong kini dikreasikan dengan memakai mungkin rasa lontong dengan bungkus atau kemasan plastik tidak seenak bila menggunakan daun pisang. Bagi yang mempunyai banyak pohon pisang di kebun, memakai daun pisang sebagai bungkus lontong mungkin menjadi pilihan yang cukup baik. Namun perlu diingat, tidak semuadaun pisang baik digunakan untuk mengemas, dikarenakan sifat fisik yang berbeda terutama sifat fleksibilitas. Cara penggunaannya dapat secara langsung atau melalui proses pelayuan terlebih dahulu, hal ini untuk lebih melenturkan daun sehingga mudah untuk dilipat dan tidak sobek atau pecah. Seperti halnya pada pengemasan tape ketan, produk ini banyak mengandung air, sehingga dengan permukaan yang licin, rendah menyerap panas, kedap air dan udara, maka cocok untuk digunakan untuk mengemas. Berikut ini resep cara memasak atau membuat lontong dengan daun pisang. a. Bahan-bahan 1 Untuk bahan utama membuat lontong a Beras ½ kg b Daun pisang untuk membungkus, secukpnya c Air untuk merebus, secukupnya d 500 ml Santan 2 Untuk bahan isi dapat diganti sesuai dengan selera a ¼ kg wortel b ¼ kg kentang b. Cara memasak atau membuat lontong dengan daun pisang 1 Pertama-tama buat bahan untuk isi lontong. Kupas kentang dan wortel. Kemudian potong-potong sebesar dadu. Kukus kentang dan wortel tersebut hingga empuk. 2 Langkah selanjutnya buat bahan utama pembuatan lontong. Rebus santan hingga mendidih. Masukkan beras yang sudah dicuci bersih. Tambahkan garam. Aduk-aduk terus sampai santan dalam panci kering. 3 Siapkan daun pisang yang tidak terlalu tua untuk membungkus. Buang bagian sisi daun pisang. Bersihkan daun pisang dengan lap kering. Lalu potong-potong sesuai selera ukuran lontong, kurang lebih 30x20 cm. 4 Langkah selanjutnya, ambil selembar daun pisang. Letakkan satu sendok adonan lontong di atas daun tersebut. Pipihkan aronan beras di atas daun dengan menggunakan sendok. Masukkan bahan isi. Kemudian tutup dengan adonan beras. 5 Rapihkan adonan beras yang telah diisi hingga berbentuk silinder. Gulung daun sampai habis. 6 Kemudian tutup salah satu ujung gulungan daun pisang tersebut dengan melipat kedua sisinya. Buatlah dalam jumlah banyak. 7 Langkah selanjutnya adalah memasak lontong tersebut dengan cara mengukus. Masukkan air ke dalam panci. Susun bakal lontong tersebut di dalam panci. Kemudian kukus lontong selama kira-kira 2 jam. 8 Jika lontong telah matang, angkat lontong dan tiriskan airnya hingga hilang atau menetes agar lontong padat, kenyal dan tidak mudah basi. Baca Juga Jenis Bahan Kemas Olahan Makanan Khas Daerah Teknik Dari Pengolahan Sebuah Makanan Khas Daerah Karakteristik Dari Sebuah Makanan Khas Daerah Indonesia Demikian Artikel Teknik Dari Sebuah Pengemasan Makanan Khas Daerah Yang Saya Buat Semoga Bermanfaat Ya Mbloo Artikel Terkait Teknik Produksi Dalam Kerajinan Hiasan Berbahan Limbah Budidaya Untuk Lebih Mencapai Ketahanan Pangan Ternak Rangkaian Listrik Dan Keunggulan Rangkaian Pada Rumah Rumah Kewirausahaan Produk Pangan Khas Dari Beberapa Daerah Produk Dari Rekayasa Elektronika Praktis berbasis Pelanggan

teknik pengemasan makanan khas daerah