urutan sabuk pencak silat
14Pencak Silat (Indonesia) Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri yang berasal dari Asia Tenggara. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran suku bangsa Melayu nusantara.
memohonmengajukan Pencak Silat dapat dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler pilihan bagi siswa/siwi SD Negeri 104251 Karang Anyar, dengan jadwal latihan yang kami ajukan sebagai berikut sabuk, yaitu : Hitam, Merah Mud8" Jambon, Hijau, dan Putlh. Masing-masing tingkatan di tempuh dalam latihan antara 5-12 bulan. 2. WARGA/PELATIH
UmumnyaUjian Kenaikan Tingkat dilaksanakan setiap enam bulan sekali atau setahun sekali. Tingkatan Sabuk Pagar Nusa Tingkatan sabuk dalam Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa atau disingkat PSNU Pagar Nusa mempunyai warna dasar Hijau dan memiliki badge disetiap ujungnya untuk menandai tingkatan seorang anggota sesuai materi pelatihan.
KBRN Sibolga: Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah meraih juara umum pada Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan se-Kota Sibolga Tahun 2022. Pada ajang kompetisi memperebutkan Piala Wali Kota Sibolga itu, Tapak Suci berhasil memperoleh medali terbanyak dari tiga kategori kelas yang
Prosesbela diri pencak silat adalah pelaksanaan teknik-teknik pencak silat bela diri secara taktis, kreatif, terorganisasi, terkoordinasi, terkombinasi, terarah, efektif, efisien, dan produktif. Teknik bela diri tersebut dapat secara langsung maupun dalam susunan dan kemasan jurus, baik jurus serangan maupun serangan belaan.
Ajin Partnersuche Für Ledige Zeugen Jehovas. Dalam perguruan ini, ada dua jalur pelatihan yang dapat ditempuh dalam berlatih beladiri yaitu Jalur Pelatihan Cuyusika Bangau Putih dan Jalur Pelatihan Silat Cuyusika. Pada jalur pelatihan Cuyusika Bangau Putih dikenal beberapa tingkatan Sabuk dan Jubah. untuk tingkatan sabuk ada 5 tingkatan Sabuk, yaitu 1. Tingkat Sabuk PUTIH Untuk tingkat sabuk ini, yang dipelajari adalah dasar-dasar pukulan dan kuda-kuda dari beladiri karate. Yang terdiri dari 12 dasar pukulan dan 6 Jurus. 6 Jurus tersebut adalah 1. Jurus Yoga Delapan 2. Jurus Putri Kembar 3. Jurus Naga Lilit 4. Jurus Monyet 5. Jurus Langkah Tujuh 6. Jurus Langkah Sembilan 2. Tingkat Sabuk KUNING Pada tingkatan ini, yang dipelajari adalah dasar-dasar pukulan dan bantingan dari beladiri Yudo. Yang terdiri dari 12 dasar pukulan dan 6 Jurus. 6 Jurus tersebut adalah 1. Jurus Kelinci 2. Jurus Kelelawar 3. Jurus Naga Kajang 4. Jurus Tapak Suci Karate 5. Jurus Panglimunan Kursi 6. Jurus Kumbangrana 3. Tingkat Sabuk HIJAU Pada tingkatan ini, yang dipelajari adalah dasar-dasar pukulan dari beladiri Silat. Pada tingkatan ini materi yang diajarkan adalah pola langkah, jurus dan seni silat Indonesia. Yang terdiri dari …..dasar pukulan dan 3 Jurus. 3 Jurus tersebut adalah 1. Jurus Kera Putih 2. Jurus Bangau Putih 3. Jurus Gagak Putih 4. Tingkat Sabuk BIRU Pada tingkatan ini, yang dipelajari adalah dasar-dasar pukulan dari beladiri Kung Fu. Pada tingkatan ini materi yang diajarkan adalah pola langkah, jurus dan Kecepatan. Yang terdiri dari …..dasar pukulan dan 3 Jurus. 3 Jurus tersebut adalah 1. Jurus Srigala 2. Jurus Kijang Kencana 3. Jurus Megananta 5. Tingkat Sabuk MERAH Untuk tingkatan ini disebut juga tingkat pendekar muda dalam silat disebut warga . Yang diajarkan pada tingkatan ini adalah Filosophi dan Keagamaan. Pada jalur pelatihan Silat Cuyusika dikenal beberapa tingkatan Sabuk, yaitu 1. Tingkat Sabuk MERAH 2. Tingkat Sabuk HIJAU 3. Tingkat Sabuk BIRU 4. Tingkat Sabuk UNGU Selain Jurus-jurus tangan kosong, dipelajari juga Jurus-jurus alat seperti 1. Toya 2. Pedang 3. Double Stick 4. Golok 5. Clurit 6. Neon 7. Pisau Lempar 8. Dan Lain-lain TINGKATAN JUBAH 1. Jubah Hitam Pendekar 2. Jubah Hitam + Sorban Pendekar 3. Jubah Merah Jubah Atraksi dan Debus 4. Jubah Biru Jubah Pengobatan 5. Jubah Putih Pendekar TK. III
Terdapat beberapa tingkatan sabuk dalam olahraga pencak silat, yang mana di antaranya ialahTingkat pertama terdiri dari ikat pinggang dengan sabuk PUTIH. Tingkat kedua terdiri dari ikat pinggang dengan sabuk ketiga terdiri dari ikat pinggang dengan sabuk empat terdiri dari ikat pinggang dengan sabuk lima terdiri dari ikat pinggang dengan sabuk BIRU, yang mana biasanya di gunakan oleh pelatih tingkat Kota / enam terdiri dari ikat pinggang dengan sabuk COKLAT, yang mana biasanya di gunakan oleh pelatih tingkat tujuh terdiri dari ikat pinggang dengan sabuk HITAM, yang mana biasanya di gunakan oleh pelatih tingkat delapan terdiri dari ikat pinggang dengan sabuk HITAM dengan strip putih satu diujung sembilan terdiri dari ikat pinggang dengan sabuk HITAM dengan strip putih dua diujung sepuluh atau Pembina terdiri dari ikat pinggang dengan sabuk HITAM dengan strip putih tiga diujung silat sendiri berasal dari dua kata yaitu kata pencak dan kata silat, yang mana untuk kata pencak sendiri dapat kita maknai sebagai suatu gerak dasar bela diri dan terikat dengan peraturan. Sedangkan untuk kata silat sendiri dapat kita maknai sebagai suatu gerak bela diri sempurna yang bersumber dari kerohanian. Selain itu menurut salah seorang ahli yang mengemukakan makna dari pencak silat di mana dia bernama Boechori Ahmad, yang mana dia mengatakan bahwa pencak merupakan fitrah manusia untuk membela dirinya sendiri, sedangkan silat sendiri menjadi sebuah unsur yang menghubungkan gerakan serta beberapa unsur dalam pencak silat, yang mana diantaranya ialahUnsur olahragaUnsur bela diriUnsur kesenianUnsur persaudaraan menuju persatuanUnsur pendidikan mental kerohanian Pelajari lebih lanjutMateri tentang bagian tubuh yang di larang untuk di serang dalam pencak silat tentang pencak silat tentang perlengkapan bertanding pencak silat jawabanKelas 9Mapel PenjaskesBab 15 - Pelajaran Pencak SilatKode soal
Apa itu Sabuk Silat? Sabuk Silat merupakan elemen penting dalam belajar dan menguasai seni bela diri silat. Sabuk ini merupakan simbol dari prestasi dan kemahiran seseorang dalam silat. Sabuk Silat sendiri memiliki banyak tingkatan yang berbeda dan berdasarkan warnanya, tingkat kemahiran seseorang dalam seni bela diri silat dapat dilihat. Urutan Sabuk Silat Urutan Sabuk Silat dimulai dari yang terendah ke yang tertinggi. Ada banyak sistem dan tradisi yang berbeda dalam urutan sabuk silat, namun yang umum adalah sebagai berikut Putih Sabuk putih merupakan tingkat awal dalam seni bela diri silat. Sabuk ini menandakan bahwa seseorang baru memulai perjalanan mereka dalam belajar silat. Pada tingkat ini, seseorang masih belajar dasar-dasar teknik silat. Kuning Setelah seseorang berhasil menguasai dasar-dasar teknik silat, mereka kemudian bisa memperoleh sabuk kuning. Sabuk kuning menandakan bahwa seseorang sudah menguasai teknik-teknik dasar dan sedang melanjutkan untuk mempelajari teknik-teknik yang lebih lanjut. Hijau Sabuk hijau menandakan bahwa seseorang sudah cukup menguasai teknik-teknik dasar dan sudah dapat mengaplikasikan teknik-teknik tersebut dalam situasi yang lebih kompleks. Pada tingkat ini, seseorang juga akan mempelajari teknik-teknik yang lebih kompleks. Biru Setelah berhasil menguasai teknik-teknik yang lebih kompleks, seseorang kemudian dapat memperoleh sabuk biru. Sabuk biru menandakan bahwa seseorang sudah menguasai teknik-teknik yang cukup kompleks dan sudah dapat mengaplikasikan teknik-teknik tersebut dalam situasi yang lebih realistis. Merah Sabuk merah menandakan bahwa seseorang sudah mencapai tingkat kemahiran yang sangat tinggi dalam seni bela diri silat. Pada tingkat ini, seseorang sudah dapat mengaplikasikan teknik-teknik silat dalam situasi yang sangat kompleks dan sulit. Hitam Sabuk hitam merupakan tingkatan tertinggi dalam urutan sabuk silat. Sabuk ini menandakan bahwa seseorang sudah mencapai tingkat kemahiran yang sangat tinggi dan sudah menjadi seorang ahli dalam seni bela diri silat. Makna dari Setiap Warna Sabuk Silat Setiap warna sabuk silat memiliki makna yang berbeda dan menunjukkan kemajuan dan prestasi seseorang dalam seni bela diri silat. Berikut adalah makna dari setiap warna sabuk silat Putih Menandakan kesucian dan kejujuran, serta menghargai dasar-dasar teknik bela diri. Kuning Menunjukkan kecerdasan dan kemampuan dalam menguasai teknik-teknik dasar. Hijau Menunjukkan kemampuan dalam menguasai teknik-teknik yang lebih kompleks, serta kemampuan dalam menghadapi situasi yang lebih sulit. Biru Menunjukkan kepercayaan diri dan kemampuan dalam mengaplikasikan teknik-teknik silat dalam situasi yang lebih realistis. Merah Menunjukkan keterampilan dan kemampuan dalam menghadapi situasi yang sangat sulit dan kompleks. Hitam Menunjukkan keahlian yang sangat tinggi dan keunggulan dalam seni bela diri silat. Pentingnya Urutan Sabuk Silat Urutan sabuk silat memiliki banyak manfaat bagi penggemar dan praktisi seni bela diri silat. Pertama, urutan sabuk silat memberikan struktur dalam belajar dan menguasai seni bela diri silat. Dengan memiliki tujuan dan target dalam mencapai setiap tingkat sabuk, seseorang akan memiliki motivasi dan fokus yang lebih besar dalam belajar. Kedua, urutan sabuk silat juga memberikan penghargaan bagi penggemar dan praktisi seni bela diri silat yang telah berjuang keras untuk mencapai setiap tingkat sabuk. Dengan mencapai setiap tingkat sabuk, seseorang akan merasa bangga dan merasa dihargai karena usaha keras mereka dalam belajar dan menguasai seni bela diri silat. Ketiga, urutan sabuk silat juga menunjukkan kemampuan seseorang dalam seni bela diri silat. Ketika seseorang mencapai tingkat sabuk yang lebih tinggi, mereka menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan dan keterampilan yang lebih tinggi dalam seni bela diri silat. Hal ini dapat menjadi motivasi dan dorongan bagi penggemar dan praktisi seni bela diri silat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. FAQ Apakah urutan sabuk silat sama di setiap tradisi silat? Tidak, urutan sabuk silat dapat berbeda di setiap tradisi silat. Namun, umumnya urutan sabuk silat dimulai dari tingkat yang lebih rendah dan meningkat ke tingkat yang lebih tinggi. Apakah seseorang harus memperoleh setiap tingkat sabuk sebelum mencoba untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi? Ya, seseorang harus memperoleh setiap tingkat sabuk sebelum mencoba untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini karena setiap tingkat sabuk memerlukan kemahiran dan pengetahuan yang lebih tinggi dalam seni bela diri silat. Apakah sabuk silat hanya diberikan pada orang yang telah berhasil dalam ujian atau kompetisi? Tidak selalu. Sabuk silat juga dapat diberikan pada seseorang yang telah menunjukkan kemajuan dan pengetahuan yang cukup dalam seni bela diri silat, meskipun mereka tidak mengikuti ujian atau kompetisi. Apakah ada batasan usia untuk memperoleh tingkat sabuk tertentu? Tidak ada batasan usia yang ketat dalam memperoleh tingkat sabuk tertentu dalam seni bela diri silat. Namun, umumnya usia yang lebih muda mungkin memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai tingkat sabuk yang lebih tinggi karena kemampuan fisik dan keterampilan teknis mereka masih berkembang. Apa yang harus dilakukan jika seseorang gagal dalam ujian untuk tingkat sabuk tertentu? Jika seseorang gagal dalam ujian untuk tingkat sabuk tertentu, mereka dapat mencoba lagi pada waktu yang ditentukan oleh pelatih atau organisasi seni bela diri silat yang bersangkutan. Namun, mereka harus memperbaiki kelemahan dan kesalahan mereka sebelum mencoba lagi. Apakah ada persyaratan khusus untuk memperoleh sabuk hitam? Ya, untuk memperoleh sabuk hitam, seseorang harus memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam seni bela diri silat. Mereka juga harus memenuhi persyaratan tertentu dalam teknik, keterampilan, dan pengalaman kompetisi, serta dianugerahi oleh organisasi atau federasi seni bela diri silat yang diakui secara internasional. *** 446 total views, 2 views today
Ayoolahraga-Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa merupakan satu-satunya perguruan pencak silat yang memiliki andil . Perguruan ini berada dalam naungan organisasi islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama NU. Berikut sejarah dan profil lengkap dari pencak silat Pagar Nusa. Sejarah Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Pagar Nusa berdiri pada 3 Januari 1986 atau 22 Rabiul Akhir 1406 Hijriyah di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur. Pada saat itu, Pagar Nusa memiliki ketua umum pertama yaitu KH. Abdulloh Maksum Jauhari yang terus menjabat hingga tahun 2003. Latar belakang berdirinya perguruan Pagar Nusa yaitu untuk mewadahi para pesilat di lingkungan NU yang ternyata jumlahnya cukup banyak. Kemudian pada tanggal 27 September 1985, para ulama dan aktivis silat NU melakukan musyawarah di Pesantren Tebuireng, Jombang. Musyawarah tersebut bertujuan untuk membahas berdirinya sebuah organisasi sebagai wadah beladiri pencak silat di bawah lingkup NU. 1 tahun berikutnya, tepatnya di 3 Januari 1986, pencak silat Pagar Nusa pun berdiri. Namun peresmian perguruan ini baru bisa dilakukan pada tanggal 16 Juli 1986 oleh pengurus besar Nahdlatul Ulama. Banyak persepsi yang kurang tepat antara PN dan GASMI, sebenarnya keduanya merupakan perguruan yang sama. GASMI Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia merupakan perguruan pencak silat asli daerah Jawa Timur yang sudah ada sejak tahun 70 an. GASMI semakin terkenal berkat aksi-aksinya dalam memberantas oknum PKI pada masa itu. Perguruan ini didirikan oleh Abdullah Maksum Jauhari Gus Maksum yang juga dikenal sebagai Ketua Umum pertama perguruan Pagar Nusa. Sesuai dengan latar belakang berdirinya Pagar Nusa untuk mewadahi para aktivis silat NU, maka kedua perguruan ini sebenarnya sama. Jadi secara tidak langsung GASMI merupakan perguruan yang menjadi cikal bakal dari berdirinya Pagar Nusa. Tujuan Pencak Silat Pagar Nusa Melalui situs resminya, Pagar Nusa memiliki tujuan perguruan sebagai berikut. Pembinaan, pengembangan, pelestarian dan pendayagunaan profesi seni, budaya, beladiri pencak silat, dan ketabiban dengan segala aspeknya dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang berbudi luhur dan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah wal Jamaah dengan menganut salah satu Mazhab di tengah-tengah kehidupan masyarakat sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Makna Logo atau Lambang Pagar Nusa KH. Mujib Ridwan merupakan ulama yang berperan dalam menciptakan logo dari pencak silat Pagar Nusa. Pada setiap simbol di logo Pagar Nusa, terdapat makna mendalam sesuai filosofi dan berhubungan dengan Nahdlatul Ulama. Berikut penjelasan makna logo Pagar Nusa. Dasar Warna Hijau dan Putih Warna hijau bermakna sejuk, subur dan makmur, sehingga hijau disebut juga sebagai makna dari sesuatu yang membahagiakan. Lalu warna putih berarti suci yang menandakan sebuah kebaikan. Kurva Segi Lima Tepi logo yang berbentuk kurva segi lima diambil dari 5 rukun islam, selain itu angka 5 juga menggambarkan rasa cinta terhadap 5 sila yang ada di Pancasila. Tiga Garis Tepi Berwarna Putih 3 garis tepi bermakna 3 perkara yang menjadi pedoman jalan hidup orang NU, yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Selain itu, 3 garis tersebut juga melambangkan 3 tahapan perjalanan manusia yang meliputi alam kandungan, alam dunia dan akhirat. Baca Juga 12 Gambar Animasi Pencak Silat Gratis 9 Buah Bintang Bintang berjumlah 9 berpola setengah melingkar merupakan gambaran dari Wali Songo yang juga berjumlah 9 orang. Angka 9 juga dipilih karena posisinya sebagai angka tertinggi dalam urutan bilangan. Sedangkan simbol bintang sendiri memiliki makna kemuliaan. Lambang Senjata Trisula Trisula merupakan senjata tertua yang tersebar di seluruh nusantara, selain itu trisula yang juga ada pada logo IPSI memberi isyarat jika Pagar Nusa merupakan anggota dari organisasi perkumpulan silat tanah air tersebut. Bola Dunia Seperti yang kita ketahui, jika bola dunia adalah simboi dari Nahdlatul Ulama. Artinya Pagar Nusa disini merupakan anak organisasi dari NU yang selalu terikat dan berjalan beriringan. Tulisan Arab Laa Ghaaliba Illa Billah Lafadz ini memiliki arti “Tidak Ada yang Menang dan Mengalahkan Kecuali Pertolongan dai Allah SWT.”. Makna tersebut merupakan salah satu kata mutiara yang diyakini para pendekar Pagar Nusa dalam menghadapi rintangan hidup. Tulisan Pencak Silat Nahdlatul Ulama PAGAR NUSA Tulisan dengan font besar pada logo tersebut berfungsi untuk menunjukkan identitas nama lengkap dari perguruan Pagar Nusa. Tingkatan Sabuk Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Untuk menjadi anggota tetap di Pagar Nusa, para santri sebutan untuk siswa PN harus melewati 6 tahapan sabuk. Pada dasarnya, semua tingkatan memiliki sabuk berwarna hijau, yang membedakan setiap tingkatan berada pada warna badge atau lencana nya. 1. Lencana Putih Santri2. Lencana Kuning Santri3. Lencana Merah Santri4. Lencana Biru Santri5. Lencana Coklat Asisten Pelatih6. Lencana Hitam Pelatih atau Anggota Tetap Daftar Ketua Umum Pencak Silat Pagar Nusa dari Masa ke Masa Sejak awal berdiri, Pagar Nusa telah memiliki 5 ketua umum dari masa ke masa. Berikut daftar ketua umum Pagar Nusa dari dulu hingga sekarang. 1. KH. A. Maksum Jauhari, periode 1986- 2003. 2. Dr. KH. Suharbillah, periode 2003-2007. 3. Drs. KH. Fuad Anwar, periode 2007-2012. 4. KH. Aizzudin Abdurrahman, periode 2012-20017. 5. Muchammad Nabil Haroen, 2017-2022 Sekarang. Seiring berjalannya kepemimpinan para ketua umum tersebut, kini pencak silat Pagar Nusa terus berkembang dengan 3 juta anggota yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.
Sama seperti bela diri pencak silat lain yang ada di Indonesia, setiap anggota Perisai Diri akan mendapatkan tingkatan yang meliputi teknik asli, senjata dan kemampuan, sesuai tingkatan masing-masing yang bersangkutan. Para anggota juga akan menjalani masa latihan tertentu, sebelum menjalani ujian kenaikan tingkat UKT. Di dalam Perisai Diri, sabuk yang dikenakan hanya ada 3 warna, yakni putih, hitam dan merah. Selanjutnya, sistem tingkatan yang digunakan adalah sistem strip yang menempel pada seragam di bagian dada sebelah kiri. Urutan tingkatan dalam Perisai Diri meliputi Tingkat Dasar Tingkat Calon Keluarga Tingkat Keluarga Tingkat Pelatih Tingkat Pendekar Tingkat Dasar Tingkat Dasar dibagi menjadi dua bagian yaitu Dasar I dan Dasar II yang bertujuan untuk memperkenalkan teknik Perisai Diri secara garis besar. Materi yang akan dipelajari anggota adalah Langkah dasar Perisai Diri Dasar dari sistem pertarungan Perisai Diri Serang Hindar Perkenalan teknik serangan Melatih arah terbaik dalam menghindari serangan lawan Anggota yang sedang dalam tingkatan Dasar I menggunakan sabuk berwarna putih dengan masa latihan selama 6 bulan. Sedangkan Anggota yang sedang dalam tingkatan Dasar II menggunakan sabuk berwarna Hitam dan masa latihan sama dengan tingkatan Dasar I yaitu selama 6 bulan. Tingkat Calon Keluarga Tingkat Calon Keluarga Cakel adalah masa transisi, anggota PD akan mulai dilatih untuk melaksanakan teknik dengan benar, tegas, bertenaga, dan serius. Materi yang akan dipelajari pada Tingkat Calon Keluarga adalah Melaksanakan Serang Hindar dengan pedoman yang benar Memperkenalkan teknik Serang Balas sebagai lanjutan pelajaran Serang Hindar Secara khusus melatih kuda-kuda anggota melalui teknik Minangkabau Mempelajari cara pembelaan diri Anggota yang sedang dalam tingkat Calon Keluarga akan menggunakan sabuk berwarna Merah. Teknik asli dari Tingkat Calon Keluarga berasal dari Minang dengan masa latihan selama 6 bulan. Tingkat Keluarga Tingkat Keluarga dibagi menjadi 4 tingkatan, yaitu Strip Putih, Putih Hijau, Hijau, dan Hijau Biru. Lambang tingkatan dipasang di badge pada seragam perisai diri. Pada tingkat inilah anggota PD akan mempelajari teknik Perisai Diri lebih dalam. Berikut ini materi yang akan dipelajari pada Tingkat Keluarga Melatih kelincahan dan fleksibilitas gerak tubuh melalui teknik asli burung Mliwis Melatih kecepatan dan kelincahan melalui teknik asli burung Kuntul Melatih penggunaan tenaga bada melalui teknik asli Burung Garuda dan Harimau Mengaplikasikan penggunaan teknik Serang Hindar, Serang Balas dengan pedoman yang benar Aplikasi pembelaan diri Mempelajari senjata wajib pedang dan toya Mempelajari senjata tambahan seperti kipas, clurit, samurai, dsb. Melatih kecepatan dengan target minimal 1 detik 2 gerak Keterangan masing-masing tingkatan Tingkatan Strip Putih - sabuk merah, teknik asli meliwis, teknik senjata pisau, masa latihan 6 bln. Tingkatan Strip Putih-Hijau - sabuk merah, teknik asli kuntul, teknik senjata pisau, masa latihan 6 bln. Tingkatan Strip Hijau - sabuk merah, teknik asli garuda, teknik senjata pedang, masa latihan 6 bln. Tingkatan Strip Hijau-Biru - sabuk merah, teknik asli harimau, teknik senjata toya, masa latihan 1 tahun. Tingkat Pelatih Sama seperti Tingkat Keluarga, pada Tingkat pelatih dibagi menjadi 4 tingkatan, yaitu Biru, Biru Merah, Merah, dan Merah Kuning. Tingkat Biru dan Biru Merah disebut juga Asisten Pelatih Internasional, sedangkan tingkat Merah dan Merah Kuning adalah Pelatih Internasional, yang berarti di manapun ia berada, ia harus siap melatih silat Perisai Diri, baik di dalam maupun di luar negeri. Berikut ini materi yang dipelajari pada Tingkat Pelatih Melatih pernapasan untuk meningkatkan tenaga power expansion, penyaluran tenaga power distribution dan pelepasan tenaga power explotion Melatih pernapasan untuk meringankan tubuh Melatih teknik yang telah dipelajari, namun dalam tahap mendalami dan menghayati Mendalami dan menghayati pelajaran senjata Mendalami pedoman teknik tingkat lanjut dan penerapannya Keterangan masing-masing tingkatan Tingkatan Strip Biru - sabuk merah, teknik asli naga, teknik senjata pedang, masa latihan 2 tahun. Tingkatan Strip Biru-Merah - sabuk merah, teknik asli satria, teknik senjata toya, masa latihan 2/3 tahun. Tingkatan Strip Merah - sabuk merah, teknik asli pendeta, teknik senjata pedang/toya, masa latihan >3 tahun. Tingkatan Strip Merah-Kuning - sabuk merah, teknik asli putri, teknik senjata bebas, masa latihan >3tahun. Tingkat Pendekar Tingkat ini dibagi menjadi 2 tingkatan Pendekar Muda dan Pendekar. Pada tingkat ini, akan dipelajari penghayatan teknik dan penggunaan teknik yang halus/lembut namun berakibat fatal bagi lawan. Anggota dalam tingkatan Pendekar muda menggunakan sabuk berwarna merah strip kuning, teknik asli putri, teknik senjata bebas. Sementara untuk Pendekar merah penuh. Sumber
urutan sabuk pencak silat